GAYA BELAJAR GENERASI MILENIAL DAN GENERASI Z

Perkembangan zaman dan teknologi membuat gaya belajar masing-masing generasi mengalami perubahan. Lantas, bagaimana memfasilitasi mereka dalam belajar?

Andreas Imawanto

By Andreas Imawanto

GENERASI MILLENIAL

Pasar kerja saat ini banyak didominasi populasi yaitu generasi milenial yang lahir tahun 1981 hingga tahun 2000. Kita perlu memahami bagaimana gaya belajar mereka, yang juga akan berpengaruh terhadap kemampuan mereka dalam bekerja.
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dari gaya belajar generasi ini adalah :

1 . SUKA BELAJAR BERKELOMPOK
Generasi milenial senang sekali jika dapat terlibat dalam suatu komunitas untuk memecahkan suatu masalah. Itulah sebabnya menjamurnya tempat nongkrong seperti upnormal dan lain sebagainya, merupakan salah satu dampak dari dominasi kelompok milenial. Karena dengan bekerja kelompok mereka akan terlihat lebih eksis secara personal, apalagi ketika kelompok lain atau orang lain melihat mereka saling diskusi membahas banyak masalah.

2. PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM KEGIATAN BELAJAR
Generasi ini sangat akrab dengan kehidupan teknologi dan sebisa mungkin mereka memanfaatkannya bukan sebagai sarana mendapatkan informasi tetapi juga untuk belajar hal-hal baru. Sebagai contoh ketika mereka menghadapi kesulitan, mereka akan segera mencarinya di Youtube atau di internet. Mereka sangat senang jika mendapatkan jawaban yang instan dibandingkan harus bertanya kepada orang-orang yang memang memiliki keahlian tertentu. Dan pada saat belajar pun mereka lebih senang jika terhubung dengan internet sehingga proses belajar menjadi lebih fun. Karena mereka menemukan berbagai macam informasi yang segera dapat ditambahkan ke dalam project mereka.

 

“Mereka senang terkoneksi dan mengeksplorasi kreativitasnya. Sisi ini yang perlu dimanfaatkan untuk akselerasi belajar.”

3. MENYUKAI EXPERIENTIAL LEARNING
Experiential learning adalah satu metode belajar dimana orang dapat belajar bukan saja dari teori-teori namun dari pengalaman. Ini nampak dari ketika mereka membeli sesuatu, mereka jarang sekali melihat buku panduan tetapi mereka lebih senang langsung memegang alatnya dan mencoba. Mereka juga lebih senang jika terjun langsung ke dalam ilmu praktis yang dapat mereka gunakan untuk menyelesaikan masalah mereka dalam pekerjaan.

GENERASI Z

Generasi Z adalah orang-orang yang lahir di tahun 2000 ke atas. Mereka mempunyai pola kehidupan yang over protektif dari orang tua masing-masing ,sehingga muncul beberapa style pembelajaran yang unik. Antara lain :

1. MENYUKAI METODE BELAJAR LEARNING BY DOING
Generasi Z senang belajar langsung pada hal-hal yang praktis dan senang diberi kesempatan untuk bereksperimen berbagai bidang, dibanding hanya duduk dalam kelas dan mendengarkan satu arah. Bagi mereka kreativitas dan inovatif merupakan tantangan yang membuat mood adrenalin mereka terus meningkat. Makna learning by doing bagi generasi ini adalah : mobile, mudah diakses, instan.

2. MEMILIKI KEMAMPUAN MULTITASKING
Kemampuan ini khususnya memang hanya dimiliki oleh generasi generasi milenial dan Z. Di mana mereka mampu mengerjakan berbagai macam tugas secara multitasking sehingga terlihat bekerjanya berantakan tidak teratur dan sistematis namun ketika dituntut untuk menunjukkan hasil pada umumnya mereka bisa menyelesaikan semuanya sesuai dengan ekspektasi atasan. Karena sejak kecil mereka otomatis sudah terbiasa dengan mendengarkan musik sambil mengerjakan tugas sambil makan bahkan menonton YouTube.

3. MEMBUTUHKAN TUJUAN YANG JELAS DI AWAL PEMBELAJARAN DAN FEEDBACK YANG CEPAT
Generasi Z akan sulit mengerjakan sesuatu ketika ia tidak memahami apa tujuan dari tugas yang ia laksanakan. Kejelasan tujuan akan menjadikan ia lebih kreatif dan akan mencoba berbagai macam, cara agar tujuan dari tugas tersebut tercapai. Ia juga senang kalau memperoleh feedback dari apa yang ia kerjakan secara langsung langsung. Karena feedback yang terlalu lama membuatnya menjadi gelisah karena tidak tahu apakah yang ia lakukan ini sudah baik atau masih kurang. Lambatnya pemberian feedback membuat mereka mudah demotivasi.

Kedua proses pembelajaran generasi milenial maupun generasi Z tentunya perlu difasilitasi oleh suatu teknologi pembelajaran ataupun model pembelajaran yang kekinian. Pembelajaran ruang kelas dimana mereka dituntut untuk mendengarkan satu arah apa yang disampaikan oleh instruktur hanya akan membuat mereka menjadi gelisah dan pada akhirnya proses pembelajaran menjadi sia-sia.

Keinginan mereka untuk terlibat dalam suatu proses pembelajaran sangat tinggi, hal ini ditunjukkan dengan dorongan untuk menunjukan eksistensi diri mereka dengan memberikan penjelasan ide-ide gagasan yang ada dalam kepala mereka. Jika ide tersebut direspon mereka akan merasa lebih tertantang terutama jika ide tersebut memiliki dampak terhadap hal apa yang ia kerjakan sekarang.

Teknologi pembelajaran juga harus mempertimbangkan pola berpikir kedua generasi di atas yaitu : semakin rendahnya rentang konsentrasi dalam jangka panjang, keinginan untuk tahu apanya lakukan itu benar atau tidak, tidak sabar ketika harus menunggu poin-poin pembelajaran itu satu-satu, Mereka ingin juga bisa mendapatkan akses yang cepat agar lebih mudah memahami suatu hal.

Micro learning merupakan salah satu tools teknologi yang bisa menjembatani pembelajaran 2 generasi tersebut di atas dengan teknologi yang sized bite dan ada di smartphone mereka masing-masing sehingga kecepatan untuk mengakses suatu hal tidak sulit untuk mereka bisa lakukan kapan saja di mana saja.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram